Jumat, 28 Juli 2017


Cuplik Berita Kemarin
» Susi Dapat Penghargaan
Ekonomi Makro (Sab/13/05/17)
» Soal Kisruh Cantrang,
Ekonomi Makro (Rab/10/05/17)
» OS: Banyak Lahan
Ekonomi Makro (Ming/07/05/17)
» Komunitas Mari
Ekonomi Makro (Ming/07/05/17)
» Ono Surono: Ekonomi
Ekonomi Makro (Ming/07/05/17)
» TNI Diminta Kawal
Ekonomi Makro (Ming/07/05/17)
» Akhirnya Cantrang atau
Ekonomi Makro (Kam/04/05/17)
» Soal Status, Para
Ekonomi Makro (Sen/01/05/17)
» Sebut Dibawa ke
Ekonomi Makro (Sab/29/04/17)
» Tudingan Susi Soal
Ekonomi Makro (Sab/29/04/17)
» Nelayan Minta Pemerintah
Ekonomi Makro (Sen/17/04/17)
» RUU Persaingan Usaha
Ekonomi Makro (Sel/21/03/17)
» Minta Kejelasan Status,
Ekonomi Makro (Jum/17/03/17)
» F-PDIP Komisi IV
Ekonomi Makro (Kam/16/03/17)
» Puluhan Ribu Hektar
Ekonomi Makro (Sel/14/03/17)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll

Menurut kalangan pengamat ekonomi, krisis global tidak begitu berpengaruh bagi Indonesia,

Menurut anda, Bagaimanakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini?
   
Tambah Maju
Biasa Saja
Terpuruk
Tidak Tahu
.:: Lihat Hasil ::.
 CuplikCom » Ekonomi » Ekonomi Makro » Detail News
» Terbaca 167 kali
Daniel Bersama Nelayan Meminta Audensi Dengan BIN Terkait Tuduhan Mafia Kartel Dibalik Demo Nelayan
Ekonomi Makro :: Jum'at, 14 Juli 2017 11:46

Posted By Rego Adem - CuplikCom
Share |
Wasekjen PKB Daniel Johan (Foto:cuplikcom)
Cuplik.Com -
Jakarta - Terkait polemik gerakan nelayan akhir-akhir ini melahirkan statement Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG), yang menyebut ada kekuatan mafia kartel yang ingin menggoyang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti. PKB bersama perwakilan asosiasi nelayan sore ini akan mendatangi kantor BIN untuk meminta penjelasan kepada BG.

"Pagi ini semua stakeholder sudah mengajukan audiensi dengan kepala BIN, dan sore jam 15.00 WIB akan langsung ke kantor BIN," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan saat dikonfirmasi, Jumat (14/7/2017). Seperti yang dirilis detiknews.

BG mengatakan ada operasi intelijen yang sangat masif dengan tujuan menjatuhkan produk lokal. Selain itu juga kondisi ekonomi Indonesia dikuasai kartel pangan dan energi yang sulit diberantas.

Kekuatan kartel itu disebut ingin menyingkirkan Susi dari posisi menteri. Bahkan BG menyebut salah satu serangan balik terhadap Susi yang berusaha memberantas kartel adalah dengan demo-demo nelayan beberapa waktu lalu.

PKB yang dikenal dekat dan memperjuangkan keinginan nelayan pun ingin meminta konfirmasi kepada BG terkait pernyataannya. Daniel sebagai Wakil Komisi IV DPR yang merupakan mitra Kementerian KKP akan turut mendampingi kelompok nelayan ke kantor BIN.

"Untuk mendapatkan penjelasan dan mendorong diungkap secara jelas siapa mafia kartel tersebut, biar tidak terjadi simpang siur. Yang datang nelayan dan seluruh asosiasi perikanan dan paguyuban nelayan. Saya ikut hadir mewakili Komisi IV untuk dapat penjelasan," ujarnya.

Menurut Daniel, langkah ini dilakukan agar tidak ada kesan nelayan dan para stakeholder perikanan justru yang dianggap sebagai mafia. Padahal kelompok nelayan ini disebut seharusnya dilayani dan dilindungi pemerintah agar bisa sama-sama membesarkan perikanan nasional untuk mewujudkan visi misi kemaritiman Presiden Joko Widodo.

"Jangan sampai pemerintah bertempur dengan rakyatnya sendiri, lawan kita adalah persaingan global yang semakin sengit dan tidak. Maka perlu memperkuat stakeholder perikanan dalam negeri," sebut Daniel.

Dia pun menyebut kelompok nelayan dan asosiasi perikanan ingin bekerja sana dengan BIN untuk memberantas mafia kartel pangan. Daniel meyakini BG tidak bermaksud menuduh kelompok nelayan sebagai mafia martel tersebut.

"Ayo satukan kekuatan untuk berantas mafia kartel, dan kita perkuat kekuatan nasional agar makin mandiri dan berdaulat. Kita dukung BIN berantas mafia kartel. Jangan sampai stakeholder yang harus dibesarkan untuk wujudkan visi maritim malah dianggap mafia," tuturnya.

"Saya yakin maksudnya tidak seperti itu, kalau mafia kartel bener ada, ayo kita berantas, karena itu juga musuh seluruh stakeholder perikanan nasional," imbuh Daniel.

Seperti diberitakan sebelumnya, BG mengatakan ada kekuatan yang ingin menyingkirkan Susi dari posisi menteri. Ini terkait dengan kartel pangan dan energi itu.

"Contoh Bu Susi sekarang sedang mengalami serangan balik yang sangat kuat demo nelayan. Kekuatan inilah yang bermain untuk Ibu Susi diganti," kata BG, Kamis (13/7)

Karena penguasaan kartel tersebut, lanjut BG, Indonesia menjadi bergantung pada negara lain. "Kita dijadikan pangsa pasar negara lain sehingga sangat tergantung dengan negara superpower," ucapnya. 
[Rego/rego].
Share |
 Berita Terkait
Jum/14/07/17 » Daniel Bersama Nelayan Meminta Audensi Dengan BIN Terkait
Komentar

  Mata Uang Asing Terhadap Rupiah
 Berita Lainnya
» HUT Ke 3, KFC Bakal
Kesenian (Kam, 27 Jul 2017 11:42)
» Warga Geram, Jam 11 Siang
Peristiwa (Sel, 25 Jul 2017 20:25)
» GNPK-RI dan Gestamor Sepakat
Peristiwa (Sel, 25 Jul 2017 18:14)
» Street art-KOTI Peringati Hari Anak,
Peristiwa (Sel, 25 Jul 2017 08:55)
» Malam Ini, Ayu Wandira Wakil
Humaniora (Sen, 24 Jul 2017 14:30)
» Ridwan Kamil Temui Warga di
Politik (Sen, 24 Jul 2017 12:42)
» Berdayakan Umat, SMK NU
Humaniora (Sen, 24 Jul 2017 11:59)
» Hadapi Jabar 2018, H Tauhid:
Politik (Ming, 23 Jul 2017 14:28)
» Lsm Gestamor Kecewa, PT. Besmindo
Peristiwa (Sab, 22 Jul 2017 15:01)
» Ayu Barbie, Warga Patrol Bakal
Humaniora (Jum, 21 Jul 2017 19:40)
» Diduga Serangan Jantung, Tukang Becak
Peristiwa (Jum, 21 Jul 2017 16:12)
» Hakim Bongkar Catatan Bagi Duit
Hukum (Kam, 20 Jul 2017 11:48)
» Nanti Malam!! Ayu Dermayu Tampil
Humaniora (Kam, 20 Jul 2017 09:52)
» KPK Diminta Turun Awasi Pembangunan
Peristiwa (Sen, 17 Jul 2017 16:10)
 
950x100 bawah