Cuplik.Com - Jakarta - Menanggapi disahkannya UU APBN 2012 yang telah mengalami defisit sekitar 120 triliun rupiah, dipastikan Indonesia akan berhutang lagi, untuk itu Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai pemerintahan SBY kerjanya selalu menambah hutang negara.
"Kalau defesit, biasanya pemerintah mencari utang yang baru lagi. Pemerintah SBY ini kerjanya hanya bisa utang dan rapat kabinet melulu, jadi, kapan KIB atau Kabinet Indonesia Boros bisa bekerja," ujar Koordinator Divisi Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, Sabtu (29/10/11).
Selain itu, Uchok juga menilai pemerintahan SBY selalu melakukan rapat-rapat kabinet yang tidak jelas kinerjanya, "Yang dibutuhkan publik saat ini, kabinet bekerja, bukan hanya diajak rapat terus," tegasnya.
Sementara mengenai anggaran dana Otsus (Otonomi Khusus) dan Penyesuaian pada tahun 2012 yang disalurkan ke daerah sebesar 70,4 triliun rupiah. Menurut Uchok alokasi dana otsus itu saat ini memang masyarakat tidak melakukan pengawasan terhadap realisasi otsus.
"Setiap tahun anggaran otsus ini selalu dikorupsi, dan ada juga dana otsus itu, aparat pemda menahan dalam rekening pemda, tanpa mau merealisasi anggaran otsus ke masyarakat," terangnya.
"Jadi, yang diuntungkan dengan dana otsus adalah aparat pemda saja, dan tokoh-tokoh yang dekat dengan aparat pemda. Sedangkan masyarakat tetap "gigit jari" alias tidak menerima dana otsus," imbuhnya.[am/mr].