Minggu, 20 Mei 2012


Cuplik Berita Kemarin
» 100 Karyawan Rekind
Ekonomi Makro (Sel/06/12/11)
» Nilai Tukar Rupiah
Ekonomi Makro (Sen/28/11/11)
» Pembentukan BUMN
Ekonomi Makro (Ming/13/11/11)
» Perubahan Iklim
Ekonomi Makro (Kam/03/11/11)
» Fitra: SBY Kerjanya
Ekonomi Makro (Ming/30/10/11)
» APBN 2012 Disahkan,
Financial (Jum/28/10/11)
» Impor Tak Terkendali,
Ekonomi Makro (Rab/19/10/11)
» Ancaman Resesi Ekonomi
Ekonomi Makro (Ming/16/10/11)
» Dua Tahun Depan
Financial (Sab/08/10/11)
» PLTU Indramayu Akan
Ekonomi Makro (Sel/04/10/11)
» Pembatalan Impor
Ekonomi Makro (Sen/03/10/11)
» Pertamina Naikkan
Ekonomi Makro (Sab/01/10/11)
» Pertanian Indonesia
Ekonomi Makro (Sab/24/09/11)
» Temuan PPATK Tak
Financial (Rab/21/09/11)
» DPR: Permenhut Soal
Ekonomi Makro (Rab/21/09/11)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll

Menurut kalangan pengamat ekonomi, krisis global tidak begitu berpengaruh bagi Indonesia,

Menurut anda, Bagaimanakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini?
   
Tambah Maju
Biasa Saja
Terpuruk
Tidak Tahu
.:: Lihat Hasil ::.
 CuplikCom » Ekonomi » Lowongan » Detail News
» Terbaca 65 kali
Strategi Bekerja di Antara Para Wanita
Lowongan :: Kamis, 12 Maret 2009 11:49

Posted By - CuplikCom
Share |
(Foto:TPG/kompas)
Cuplik.Com - Situasi kerja yang dipengaruhi mayoritas gender membutuhkan kecerdasan Anda dalam membawakan diri. Seringkali wanita yang bekerja di perusahaan yang didominasi pekerja wanita akan lebih mempertimbangkan kenyamanan emosional, adaptasi sosial, serta hal-hal yang bersifat interpersonal lainnya. Sebab karakteristik wanita lembut, sensitif, dan kerap dikalahkan mood atau perasaan. Sedangkan jika wanita bekerja di lingkungan yang dominan pria, lebih mengedepankan hasil kerja dan upaya keras yang dilakukan. Aspek interpersonal bukan hal pokok yang dilihat berkaitan dengan pekerjaan seseorang.

“Lingkungan kerja wanita memang lebih banyak intriknya dibandingkan pria, yang cenderung lebih obyektif dalam memandang seseorang di lingkungan kerjanya,” ungkap Yuni Lasti Faulinda dari Experd (Executive Performance Development) Consulting. 

Suasana kerja di lingkungan kerja yang dominan wanita, yang mengedepankan aspek psikis, mengharuskan para pekerja wanita untuk bisa mengatur strategi agar diterima di lingkaran zona nyaman rekan kerja. Tanpa taktik ini, sebaik apapun prestasi kerja seseorang, tak akan membuat ia mudah diterima dan benar-benar dilihat prestasinya.
 
Pelajari Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang dominan wanita sangat mementingkan penerimaan oleh lingkungan dibandingkan hasil kerja yang dilakukan. “Wanita butuh kenyamanan dengan lingkungan yang lebih besar, karena dorongan emosinya lebih besar. Mereka suka mencari chemistry-nya terlebih dulu ketika harus bekerja sama dengan seseorang, terutama orang baru,” papar Yuni. 

Nah, untuk menemukan reaksi kimia ini, harus ada beberapa upaya yang perlu dikembangkan di dunia kerja. Pertama, pelajari perilaku dan kebiasaan rekan-rekan di kantor. Bagaimana mereka mengelola konflik, berbicara, berpakaian, apa yang menjadi minat dari mayoritas mereka, dan lainnya. Ini merupakan beberapa referensi yang harus Anda ketahui sebelum masuk ke dalam sebuah pergaulan di lingkungan kerja baru.
 
Cari Kemiripan
Bersikap luwes dan mendapat dukungan dari rekan kerja lain juga penting untuk meningkatkan karier Anda. Bahkan, Yuni mengingatkan, agar mau mencoba untuk masuk  ke dalam kelompok-kelompok pergaulan yang sudah ada. 

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mulai masuk dalam lingkungan kerja antara lain mengidentifikasi diri terhadap kelompok pergaulan Anda. Yuni menyarankan untuk mulai dengan mencari kemiripan karakter maupun minat untuk menjalin kedekatan dengan rekan di kantor.

“Sebagai langkah awal, bisa saja mulai membuka peluang. Misalnya mencari kesamaan seperti daerah asal, almamater, hobi, dan lainnya.” Kesamaan inilah yang membuat Anda akan menjadi bagian dari mereka. Seseorang akan cenderung merasa nyaman ketika menemukan kemiripan atau kesamaan dalam beberapa hal. 

Pikat Hati Atasan 
Kepiawaian memanfaatkan peluang untuk memikat hati atasan juga penting dilakukan. Apalagi dengan atasan yang juga wanita. “Biar bagaimanapun, bos wanita perlu di-touch,” ungkap Yuni.

Memanfaatkan peluang ini dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana, yang dapat menjalin intensitas berkualitas dengan atasan. Yuni mencontohkan, ketika akan pergi rapat atau presentasi bersama di luar kantor lalu atasan memberikan tawaran untuk semobil dengannya. Meski Anda sebetulnya sudah punya rencana lain, tak ada salahnya menyambut ajakan tadi. 

Di sepanjang perjalanan, Anda bisa mencoba membangun chemistry melalui sejumlah dialog. Meski singkat, Anda tak pernah tahu manfaat dari beberapa menit yang dihabiskan bersama atasan. Atau, Anda juga bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada atasan. Anda juga bisa memberi sedikit cinderamata setelah tugas keluar kota. Atau sekadar bersikap antusias ketika diajak ngobrol dengan atasan. Intinya, lakukan tanpa mengundang kesan menjilat, namun sudah dapat memberi impresi positif kepada atasan.
 
Ikuti Pergaulan
Dari pengetahuan yang diperoleh, Anda juga bisa mencari celah untuk masuk ke dalam lingkungan kepercayaan rekan kerja wanita lain. Apalagi lingkungan kerja dominan wanita memang dikenal dengan ciri: like and dislike yang sangat subyektif. Jangan sampai, hanya karena salah memilih kata-kata atau berpakaian yang kurang pantas, Anda menjadi sulit untuk diterima dalam lingkungan pergaulan. Pastinya akan sulit bila harus bekerja namun dipandang negatif atas prestasi yang dihasilkan.

Jika ada peluang untuk ngopi, shopping, nyalon, atau nongkrong bareng, manfaatkan ajakan-ajakan ini untuk masuk dalam pergaulan mereka. Amati topik yang mereka sukai, dan usahakan nyambung terus dengan mereka. Jika sudah diterima oleh mereka, perlahan Anda bisa menarik diri dan kembali kepada pribadi yang sebenarnya. 

Tetap Rendah Hati
Ketika Anda mulai menunjukkan prestasi yang diharapkan perusahaan, atasan banyak memuji, dan mengakui keunggulan Anda, jangan lupa untuk membagi perhatian ke lingkungan sekitar. Ingat, di lingkungan kerja mayoritas wanita, intrik akan amat mudah muncul. Tetaplah bersikat bersahaja dan merendah. Meskipun komunikasi sudah nyaman dengan atasan, jangan lantas berlebihan pula mendekatinya. 

Tetap dekati rekan kerja yang lain setiap kali ada kesempatan. Di lain kesempatan, Anda pasti akan membutuhkan mereka. Misalnya, ketika kantor menuntut Anda untuk bekerja dalam sebuah tim. Namun, tak perlu berusaha terlalu keras mendekati rekan, jika itu justru akan membuat Anda terlihat tak natural. 
Cukup bersikap netral dan kooperatif. Bila masih dipandang negatif, mungkin memang begitu tipikal orang yang tidak terlalu menyukai diri Anda. Sejauh tidak mengganggu proses kerja atau tim, tak perlu membawa masalah sepele ini sampai ke atasan, ya!
 
Atasi Stres
Bila sedang bete dengan seorang rekan kerja, terkadang hasil pekerjaan jadi tak maksimal. Untuk itu, mulailah mengatasi stres dengan menghadapi rekan-rekan kerja yang berseberangan dan berpikiran negatif tentang Anda. Salah satu caranya, dengan berusaha merangkul mereka. Berusahalah memiliki waktu lebih banyak lagi bersama mereka. Jika perlu, dekati salah satu dari mereka untuk menyampaikan maksud baik Anda. 

Jika sudah mentok dan mengganggu, apapun permasalahan Anda, sebaiknya bicarakan dengan atasan atau pihak manajemen perusahaan. Namun, tetaplah bersikap profesional dan tidak menempatkan masalah personal di dalamnya. Intinya, memang diperlukan kenyamanan untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi jangan membuat semuanya menjadi lebih rumit dengan menjadikan masalah kerja jadi masalah pribadi.[kom/].
Share |
 Berita Terkait
Kam/12/03/09 » Strategi Bekerja di Antara Para Wanita
Kam/12/03/09 » Saat Wawancara Kerja Bahasa Tubuh Sangat Penting
Kam/12/03/09 » Gaya Berpakaian Untuk Job Interview
Rab/11/03/09 » Jangan Salahkan Uang..! Salahkan Diri Sendiri Donk...
Sel/10/03/09 » Rahasia Resume yang "Menjual" dan Menarik Perhatian
Komentar

  Mata Uang Asing Terhadap Rupiah

KURS JUAL BELI
USD 9500.00 9200.00
SGD 7506.50 7240.50
HKD 1223.75 1183.25
CHF 10088.25 9738.25

.::Sumber : Bank BCA::.
 Berita Lainnya
» Tips Unik, Memutihkan Gigi Tanpa
Gaya Hidup (Ming, 20 Mei 2012 01:02)
» Kembali Terjadi 4 Mobil
Peristiwa (Ming, 20 Mei 2012 00:02)
» Tips Unik, Saat Puncak Gairah
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 02:14)
» Gairah Seks Wanita Bisa Padam
Gaya Hidup (Sab, 19 Mei 2012 01:45)
» Rumah Petani China Ditelan Oleh
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 01:33)
» Benarkah Iran Siap Serang
Internasional (Sab, 19 Mei 2012 00:57)
» Unik, Upacara Wisuda Diselingi Aksi
Humaniora (Kam, 17 Mei 2012 10:31)
» Libur Panjang, Polisi Hentikan Perbaikan
Peristiwa (Kam, 17 Mei 2012 09:55)
» Sabda Sultan Hamengkubuwono X Isyarat
Politik (Kam, 17 Mei 2012 00:04)
» Microsoft Menambah Aplikasi Hiburan
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 18:05)
» Google+ Masih Tertinggal Jauh
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 15:16)
» Jurus Pamungkas Apple Taklukkan Android
Teknologi (Rab, 16 Mei 2012 10:52)
» Sebenarnya Pria Ingin Lihat
Gaya Hidup (Rab, 16 Mei 2012 00:02)
» Gagalkan Aksi Ngeseks Lantaran
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 22:38)
» Mencegah Rasa Trauma Saat
Gaya Hidup (Sel, 15 Mei 2012 11:09)
 
950x100 bawah